Sejarah 7 Desember: Serangan Pearl Harbor, Kala Jepang Hancurkan Militer AS

Sejarah 7 Desember: Serangan Pearl Harbor, Kala Jepang Hancurkan Militer AS

Hari ini menandai peringatan 78 tahun serangan di Pearl Harbor yang terjadi pada 7 Desember 1941 silam.Pada hari itu, Pearl Harbor, sebuah pangkalan militer di dekat Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS) yang menjadi lokasi bersandar armada-armada canggih Angkatan Laut AS seketika porak poranda akibat serangan mendadak oleh militer Jepang. Sejarah mencatat 2.403 pelaut, tentara, dan warga sipil Amerika tewas dalam insiden mengerikan itu.

Walau serangan di Pearl Harbor merupakan kejutan bagi bangsa Amerika, Jepang dan Negeri Paman Sam sebenarnya telah beringsut menuju perang selama beberapa dekade.

Melansir laman History, Amerika Serikat sangat tidak senang dengan sikap Jepang yang semakin agresif terhadap Tiongkok. Pasalnya, pada akhir 1930-an, kebijakan luar negeri Amerika di Pasifik bergantung pada dukungan untuk Tiongkok, dan oleh karena itu agresi terhadap Tiongkok yang dilakukan Jepang telah menyeretnya ke dalam konflik dengan AS.

Saat itu, pemerintah Jepang percaya bahwa satu-satunya cara untuk memecahkan sbobet masalah ekonomi dan demografisnya adalah memperluas ke wilayah tetangganya dan mengambil alih pasar impornya.

Untuk tujuan ini, Jepang akhirnya menyatakan perang terhadap Tiongkok pada tahun 1937, mengakibatkan Pembantaian Nanking dan kekejaman lainnya.

Tak senang, AS mengumumkan penghentian Perjanjian Perdagangan dan Navigasi 1911 dengan Jepang. Pada musim panas 1940, AS juga mulai membatasi ekspor bahan-bahan yang berguna dalam perang ke Jepang.

Ketegangan di antara kedua negara semakin meningkat ketika Jepang bergabung dengan kekuatan Poros, yakni Jerman dan Italia dalam Perang Dunia II.

Pemerintah AS sontak langsung memutuskan semua hubungan komersial dan keuangan dengan Jepang. Aset Jepang dibekukan, dan embargo diumumkan atas pengiriman minyak bumi dan bahan perang penting lainnya ke Jepang.

Tak lantas menyerah, sanksi ekonomi justru membuat Jepang lebih bertekad untuk bertahan. Selama berbulan-bulan negosiasi antara Tokyo dan Washington, D.C., tidak membuahkan hasil dan perang pun tak bisa dihindari.

Pada tanggal 7 Desember, setelah perencanaan dan latihan berbulan-bulan, Jepang akhirnya melancarkan serangan. Misi mereka sederhana yakni menghancurkan armada pasifik Amerika dan membuat mereka tak bisa melawan angkatan bersenjata Jepang.

Baca Juga : 

Sekitar pukul 8 pagi, pesawat Jepang memenuhi langit di atas Pearl Harbor. Seketika bom dan peluru menghujani kapal yang bertambat di pelabuhan.

Pada pukul 8:10, sebuah bom seberat 1.800 pon menghantam geladak kapal perang USS Arizona dan mendarat di magasin amunisi. Tak butuh lama, kapal itu meledak dan tenggelam dengan lebih dari 1.000 orang yang terperangkap di dalamnya.

Dalam waktu kurang dari dua jam, hampir setiap kapal perang di Pearl Harbor mengalami kerusakan yang signifikan. Kapal-kapal itu termasuk: USS Arizona, USS Oklahoma, USS California, USS West Virginia, USS Utah, USS Maryland, USS Pennsylvania, USS Tennessee dan USS Nevada.

Serangan itu menewaskan 2.403 personel AS, termasuk pelaut, tentara, dan warga sipil. Selain itu, 1.178 orang terluka. Sementara 129 tentara Jepang tewas dalam aksi.

Salah satu jawaban mengapa serangan Jepang dapat meluluhlantakkan AS singkatnya karena tidak ada yang percaya bahwa Jepang akan memulai perang dengan menyerang pulau-pulau jauh di Hawaii. Mengingat Pearl Harbor terletak di dekat pusat Samudra Pasifik, kira-kira 2.000 mil dari daratan utama AS dan sekitar 4.000 mil dari Jepang.

Selain itu, pejabat intelijen Amerika kala itu yakin bahwa setiap serangan Jepang akan terjadi di salah satu koloni Eropa terdekat di Pasifik Selatan: Hindia Belanda, Singapura, atau Indochina.

Karena itu, fasilitas angkatan laut di Pearl Harbor relatif tidak dijaga. Hampir seluruh Armada Pasifik ditambatkan di sekitar Pulau Ford, dan ratusan pesawat ditempatkan di lapangan terbang yang berdekatan.

Bagi orang Jepang, Pearl Harbor adalah sasaran empuk yang tak tertahankan.

Sementara serangan itu menghancurkan hampir 20 kapal Amerika dan 300 pesawat, Jepang gagal melumpuhkan Armada Pasifik.

Pada tahun 1940-an, kapal perang tidak lagi menjadi kapal angkatan laut yang paling penting. Serangan Pearl Harbor juga meninggalkan fasilitas pangkalan darat yang paling vital, seperti depot penyimpanan minyak, bengkel, galangan kapal, dan dermaga kapal selam tetap dalam keadaan utuh. Akibatnya, Angkatan Laut AS mampu pulih relatif cepat dari serangan itu.

Seperti yang diperlihatkan sejarah, sehari setelah serangan itu, Presiden Franklin D. Roosevelt meminta Kongres untuk menyatakan perang terhadap Jepang, meluncurkan Amerika ke dalam Perang Dunia II.

Jepang yang awalnya ingin mendorong AS ke dalam kesepakatan untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap mereka justru terkubur. Serangan Pearl Harbor justru membuat rakyat Amerika bersatu dalam tekad mereka untuk berperang.

Langkah blunder Jepang telah mendorong musuh mereka ke dalam konflik global yang pada akhirnya menghasilkan pendudukan pertama Jepang oleh kekuatan asing.